Tuesday, October 25, 2011

Ibu... #GoVlog

Posted by Nuna Margie at 12:19 PM
Reactions: 
1 Oktober 2011
Ibu, orang yang selalu mengerti kita. Tapi seringnya kita tidak pernah mengerti beliau. Terkadang sikap perhatiannya membuat hati kita berkata "menyesal" telah berbuat salah padanya.
Sabtu pagi, sesuai dengan pesan ibuku. Aku nyapu dan seluruh rumah. Hal yang jarang aku lakukan, mungkin hanya satu kali dalam seminggu. Kali ini aku bener-bener niat buat bersihin rumah sampai kinclong, tentu saja karena kebaikan ibu malam sebelumnya yang memberiku uang pulsa. Padahal aku sudah buat kesalahan, lupa dengan pesannya.
Aku mulai nyapu dan ngepel. Bahkan setelah selesai ngepel pun ku ulangi menyapu, tentu saja biar tambah bersih. Juga agar rasa bersalahku berkurang.
Setelah selesai pekerjaan itu, aku bersantai sebentar. Meski sudah menjelang siang dan aku biasanya tidak sempat sarapan.
Siang hari, ibuku pulang dari rutinitas kerjanya (sebenarnya akhir-akhir ini saja ku lihat dia semangat bekerja). Dia langsung tiduran depan Tv di ruang keluarga, mungkin karena capeknya dia tertidur.
Siang menjelang, perutku pun lapar. Ku lihat di meja makan, tidak ada apapun. Ku tengok ke dapur, ada wajan bertutup (berarti ada makanan). Ku buka...
Jreng... Jreng...
Ikan...
Aku benci sekali dengan ikan, entah itu ikan laut, ikan payau, ikan air tawar atau seafood lainnya.
Ada beberapa seafood yang membuatku alergi.
Aku ingat ada tempe yang dibeli ibu, aku pun segera mengiris daun bawang dan tempe menjadi tipis. Bumbu pun sudah ku racik.
Aku segera meminta ibuku menyalakan kompor (perlu kalian tau, aku takut nyalain kompor gas, sudah 3kali aku hampir membakar rumah karena nyalain kompor gas. Alhasil trauma dech).
"Tidak ada minyak dan tepung. Beli saja gorengan"
Aku setuju. Ibu pun menyuruh Alvin (ponakanku yang duduk di TK besar) membeli gorengan di dekat rumah.
Tapi dia sedang asyik nonton TV dan makan semangka sambil memegang siomay.
Perlu kalian tau kalau aku benci dengan ponakanku itu, sebenarnya yang bikin benci adalah kedua orangtuanya. Tentu saja rasa benciku sering ku tunjukkan ke anak kecil itu, apalagi dia nakalnya minta ampun.
Dia tak segera berangkat, padahal aku laparnya gag ketulungan. Bayangkan dari pagi aku sudah bersih-bersih rumah dan mau nyuci pakean yang sudah ku rendam.
Ibuku membentak Alvin. Aku juga ikut jengkel, aku paksa dia dengan bentakan juga. Dia malah asyik nonton TV, pasang muka ngejek lagi. Ku ambil siomay na lalu ku buang. Dia ngambek, membuang semangkanya. (dalam hatiku "Rasain thu..!!! Emank enak").
Aku usir dia dari rumahku, aku matiin TV. (aku kejam?? Memang...!! Hanya dengan anak kecil itu karena dendam dengan orangtuanya).
Dia nangis, ibuku cuma nyalahin Alvin (salah sendiri tidak mau disuruh. Tentu saja ibuku tau sikapku ke dia yang tidak baik, bahkan memusuhi. Sudah rahasia umum, bahkan orangtua Alvin sendiri tau).
Aku masuk kamar dan membanting pintu, tentu saja dengan rasa lapar. Aku dengar Alvin menangis di luar rumahku, ibuku sendiri aku tidak tau kemana dia. Aku pun berusaha tidur menghilangkan rasa laparku.
Paz enak-enaknya tidur ibu ngetuk kamarku.
"Ini uang, nanti beli tepung sama minyak" kata ibu.
Aku lihat dia akan pergi ngelanjutin rutinitasnya. Aku pun tidur lagi. Aku ingat, aku kan lagi ngambek (haha, ngambek ajah lupa). Aku keluar dan melempar uang na di lantai.
"Ini, beli ajah sendiri" kataku lalu masuk kamar lagi.
Sore hari aku ingat cucianku, aku pun segera keluar. Ku lihat ibu datang membawa tepung dan minyak goreng.
"Ini... Sana goreng tempenya" ujarnya.
Terlanjur lapar dan kesal aku jawab "Ogah...!!! Goreng ajah sendiri" dengan berlalu darinya.
Dia tau aku marah padanya.
Aku nyuci ketika ibu lagi goreng tempe.
"Nggak mau gorengan?" tanya ibuku.
"Nggak...!!! Makan ajah sendiri"
"Yawdagh kalau nggak mau... Gorengan enak-enak gini nggak mau" dia sengaja tuh ngiming-ngimingi aku.
"Lain kali aku nggak mau disuruh ngepel. Nggak sudi!!!" teriakku pada ibu, tentu saja sambil berlinang air mata.
"Kan udah dikasih uang"
"Lain kali nggak akan minta uangmu...!!!" jawabku tak kalah keras dari tadi
"Yang bener?"
"Bener...!!! Anak laper nggak di kasih makan" gerutuku.
"Lha ini apa nggak makanan? Ada ikan"
"Itu makananmu!!! Bukan makananku!!! Makan ajah sendiri sana"
(aku juga heran sama ibuku itu, sudah tau aku alergi ikan. Masih juga masak ikan, mana nggak masak yang lain lagi. Aku lebih baik makan sayuran dari pada makan ikan).
"Tentu saja aku makan, aku yang masak"
"Aku bukan anakmu..!!!" teriakku (sebenarnya pas ngomong ini aku takut jadi anak durhaka, berhubung kesal digoda ibu terus akhirnya keluar juga thu kalimat).
Bapak datang, ibu bisik-bisik sama bapak kalau akau lagi ngambek.
"Ngambek napa?" tanya bapak.
"Nggak ada makanan" jawab ibu
"Nggak ada makanan itu masak" balas bapak
"Mau masak ajah nggak boleh koq!!!" jawabku keras.
Tapi ku dengar nggak ada jawaban lagi dari bapak, dia udah pergi.
"Siapa yang nggak bolehin masak? Tadi kan nggak ada tepung sama minyak. Mau masak gimana??" jawabnya.
Selesai masak ibu pergi. Aku masih nyuci sambil nangis dari tadi (aku emank gampang nangis).
Menjelang malam, ibu nawarin aku makan. Tapi aku tolak, tentu saja karena sudah terlanjur kesal.
Malamnya mungkin karena khawatir dari pagi aku tidak makan (aku punya penyakit magh n sudah 4x kena typus), ibu sengaja beliin aku pop mie. Dia nawarin aku makan pop mienya, aku tolak lagi. Gengsi donk, masa ngambek, nerima pop mienya. Apalagi ibuku sukanya godain orang ngambek, yang ada nanti malah di ejek n disindir.
Sepupuku Ana datang minta bantuan benerin laptopnya yang baru (meski aku nggak punya n nggak ngerti banget laptop, tapi aku bisalah. Ilmu otodidak, wkwkwkwkwk).
Yah, lumayan lah hiburan daripada suntuk dikamar. Untungnya nih, di ruma sepupu/bulekku dia lagi masak nasi goreng. Alhasil aku makan disana, wkwkwkwk... Untung saja ada yang mau ngasih makan, jadi sesuai janjiku tadi yang nggak akan minta makan ibu dapat terlaksana.
Setelah kenyang pulang dech... Tidur...
Paginya, aku sengaja bangun siang biar nggak laper. Seharian aku di kamar, hari minggu ibu n bapak nggak kerja. Mati beneran kan aku, ckckckckck...
Aku lihat pop mienya masih ada di lemari gantung, aku pengen makan nantilah. Lagian aku kan nggak minta, ibu yang nawarin (curang....).
Bapak datang (ngapain datang sich... Aku kan mau makan mie. Ngambekku nanti batal dech).
Akhirnya aku ke kamar, aku dengar ibu udah datang.
Setelah aku rasa sepi di rumah, aku pun buka lemari gantung.
Ya Allah... Pop mienya dimakan. (hikz... Nyesel tadi nggak umpetin dulu pop mienya. Pasti bapak nich yang suka banget makan pop mie, nyesek dihati)
Terpaksa nahan lapar.
Siangnya, selesai ibu arisan dia memanggilku.
Dia memberiku jajan (lagi-lagi... Ibuku emank baik. Tau anaknya kelaparan).
Karena takut karma lagi, aku pun menerima jajan itu.
Makan ajahlah, buat ganjal perut walau tidak mengenyangkan.
Dan sepanjang hari ini aku belum makan apa pun kecuali kacang n jeruk.
Karena gengsiku, huhu.... T_T
Laper banget rasanya, untung saja masih ada tempe. Diam -diam tadi aku makan nasi pake tempe, hahagzt . . .
Setidaknya keisilah perutku, udah sakit banget ini perut dan kepala.

0 comments:

Post a Comment

Nuna. Powered by Blogger.
 

Nuna Margie Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review