Tuesday, April 19, 2016

Kabut Cinta atau Romance in the Rain (Qing Shen Shen Yu Meng Meng)

Posted by Nuna Margie at 6:50 PM
Reactions: 
Měihǎo de yītiān. Nǐ hǎo ma? Soalnya kali ini bukan mau bahas tentang anime atau drama Thailand lagi, tapi bahas drama China yang pernah fenomenal di Indonesia bahkan Asia aitu Kabut Cinta atau Romance in the Rain. Bagi anak 90'an pasti tahu drama ini (kalau kalian sering nonton TV sih).
Ceritanya sih lagi bosen sama anime. Sebenarnya bukan bosen sih, lagi frustasi karena download anime jadul ternyata animenya yang sub indo tidak sampai akhir. Akhirnya nyari hiburan lain.

Sebenarnya mau nyari drama Thailand jadul sih, eh malah nemu blog lain yang bahas drama China. Yang dibahas sih drama silat-silat gitu, terus keinget sama Kabut Cinta ini deh drama yang nggak ada silatnya (meski sebenarnya ada berantem-berantemnya). Nah, segera deh mencari tuh drama. Ketemu! Seneng banget! Apalagi sudah sub Indo! Makasih banget deh pokoknya bagi yang upload tuh Kabut Cinta. Jadi, selama dua hari begadang nggak tidur cuma buat download sambil nonton Kabut Cinta. Muka udah nggak karuan banget. Udah banyak nangis, nggak tidur. Mata sembab dan mata panda makin parah. Padahal sudah mau ngatur pola tidur, eh jadi malah kacau, haha. Hari ini hari ketiga buat ngelarin download dan nonton. Sebenarnya sudah selesai di tonton tadi pagi, eh ada juga Huan Zhu Ge Ge (Putri Huan Zhu) seaso satu dan season dua. Hati sudah pengen download saja, tapi inget kalau mata panda aku para banget, jadi diniatin nggak bakal ngoyo kayak Kabut Cinta, haha.

Kabut Cinta (judul Indonesia) atau Romance in the Rain sebenarnya drama China resiclean dari drama jadul yang diambil juga dari sebuah novel Yan Yu Meng Meng (煙雨濛濛) karya Chiung Yao (ini cewek loh ya, soalnya pas denger nama ini aku sempet mikir dia itu cowok, haha). Pernah juga nih tahun 80'an di Indonesia buat film dari novel ini. Pemainnya ada Meriam Belina, Ade Irawan, sama siapa lagi gitu. Sayangnya, karena tidak mencantumkan nama Chiung Yao akhirnya dianggap plagiat gitu.

Sebenarnya banyak perbedaan cerita dari Kabut Cinta tahun 80'an dengan Kabut Cinta 2001 ini. Juga beda dari cerita di novel. Katanya sih cerita Kabut Cinta 80'an sama dengan novel. Nah perbedaan dari Kabut Cinta 2001 sama novel ini di ending dan pemerannya. Di novel berakhir dengan sad ending, sementara di drama kan dibuat berakhir bahagia (semua mendapatkan pasangan kecuali Keyun). Di novel juga teman Yiping, Fang Yu, tidak mengenal Erhao apalagi jadi pacarnya. Nah, Fang Yu akhirnya menjadi biarawati gitu (Kalau di drama kan pas Fang Yu mengatakan akan jadi biarawati, Erhao dan Keyun melarangnya). DI novel sih katanya si Yiping nggak sampai jadi penyanyi. DI novel pun Shuhuan nggak sampai bertunangan dengan Ruping, hanya berpacaran. Itu pun nggak bertahan lama, hanya sehari. Di novel tidak ada Du Fei, Du Fei hanya penambahan karakter. Apalagi si Du Fei ini sering bikin kelucuan, mungkin biar tidak terlalu mengenaskan ceritanya. Nah, terakhir nih, di novel endingnya tuh si Ruping bunuh diri pakai pistol ayahnya, sementara itu Shuhuan meninggalkan Yiping. Tahu sendiri kan di episode yang hampir berakhir Shuhuan berjanji dan bilang jika Ruping tidak ditemukan maka mereka tidak bisa bersama. Padahal Yiping sudah bilang jika Ruping ketemu maka Shuhuan harus kembali pada Ruping. Shuhuan mengatakan tidak mau (tumben banget nih si Shuhuan teguh, biasanya plin plan, kadang suka sebal). Kalau melihat ending dari novel dan ending dari drama yang sekarang, aku sih mending nggak usah baca novelnya dan menikmati dramanya.

Nah, Kabut Cinta ini pertama kali tayang di Indonesia pada tahun 2002 (kalau di negara asal tahun 2001an) di Indosiar. Terus beberapa kali direrun sama saluran TV lain gitu.  Kalau ada Kabut Cinta sih aku nggak bakal ketinggalan buat nonton.

Kabut Cinta bercerita tentang Lu Yiping anak dari Lu Zhenhua dengan Fu Wenpei. Nah, Yiping dan ibunya ini diusir dari rumah keluarga Lu karena di fitnah sama istri kesembilan, Wang Xueqin. Nah, jadilah Yiping dan ibunya ngontrak rumah kecil dan hidup meminta uang ayahnya. Malam itu Yiping meminta uang pada ayahnya, lalu dikasih 20ribu. Namun, Yiping meminta 200ribu (kalau sekarang mungkin 20juta kali yah?). Terjadilah adu mulut Yiping dan keluarga Lu, apalagi Xueqin yang memanas-manasi. Sampai akhirnya Yiping dicambuk sama ayahnya. Setelah dicambuk, baru dikasih deh uang 200ribu itu (kalau mau ngasih kenapa harus nyambuk dulu coba, tega bener). Awalnya Yiping menerima uang itu, tapi akhirnya nyebarin uang itu deh. Dendamlah si Yiping ini pada keluarga Lu.

Keluar dari rumah keluarga Lu, Yiping tidak sengaja ditabrak oleh He Shuhuan. He Shuhuan awalnya mengira Yiping sedang dirampok, dia pun membawa Yiping ke kontrakannya. Mengetahui Shuhuan teman Lu Erhao (kakak tiri Yiping), Yiping pun kesal dan pergi dari kontrakan Shuhuan. Itulah pertemuan pertama mereka.

Yiping lalu mencari kerja kesana kemari, tidak juga diterima kerja. Dia masuk salah satu club malam Da Sanghai. Dia memperhatikan penyanyi di atas panggung, dia mengatakan bahwa dia bisa menyanyi lebih bagus dari dia. Sang Pemilik, Tuan Qin Wuye atau Tuan Kelima Qin pun memintanya bernyanyi. Yiping pun nyanyi dan disukai tuan Qin. Yiping diminta menjadi penyanyi, tapi Yiping menolak.

Suatu hari Yiping ke rumah keluarga Lu lagi, ngepas ada Shuhuan dan Du Fei. Di sini si bibi Xueqin sangat suka dan menghormati Shuhuan. Nah, bibi Xueqin ini bikin ulah tidak sengaja menumpahkan kopi ke baju Yiping. Yiping diminta mengganti baju sama Ruping. Pas di kamar Ruping, Yiping melihat foto Ruping dan SHuhuan bermesraan. Dikiranya mereka pacaran deh, nggak jadi ganti baju, Yiping keluar dari rumah keluarga Lu. Shuhuan pun menyusulnya.

Yiping dan Shuhuan pun pacaran. Sering tuh mereka bertengkar dan putus, tapi kemudian balik lagi. Maklum saja, Yiping mempunyai sifat keras git lebih penting harga dirinya. Nah, Shuhuan kadang juga tidak mau kalah. Namun, tetap kahirnya Shuhuan mengalah.

Nah, suatu hari nih si Shuhuan dan Yiping bertengkar lagi. Yiping pergi dari rumah, tapi inget sama kenangan mereka berdua. Yiping pun pulang dan mendapati Shuhuan membaca buku harian di kamar Yiping. Terbongkar deh awal mula Yiping menerima Shuhuan karena ingin balas dendam sama keluarga Lu atau Xueqin lebih tepatnya. Yiping memohon-mohon agar Shuhuan memaafkannya gitu, tapi Shuhuan menolak.

Shuhuan dan Yiping sama-sama kacau, tapi Shuhuan masih nggak terima gitu. Shuhuan memecahkan cermin di kamar dan mengurung diri. Ruping datang ke kontrakan dan mengobati Shuhuan, eh Shuhuan malah mencium Ruping (ini mah sungguh fak banget. Kalau aku mah nggak terima. Mentang-mentang sedang berantem eh nyium cewek lain, nggak setia banget. Apalagi ngakunya nggak suka cewek itu). Demi menghindari masalah nih (Ruping juga), Shuhuan minta ditugaskan ke medan peperangan. Nah, Si Ruping ini nekat nyusul Shuhuan sama Du Fei. Shuhuan yang tersentuh nih sama pengorbanan Ruping nyusul dia ke medan perang akhirnya pulang bareng dan memutuskan untuk menikah. Padahal yah, Yiping juga mau tuh nyusul, sayangnya dia nggak bisa ninggali ibunya sendirian. Nah, mereka merencanakan tunangan dua minggu kemudian. Yiping yang masih angkuh nih, pas Shuhuan datang bukannya bersikap lembut malah masih mementingkan harga diir gitu. Akhirnya Shuhuan benar-benar meninggalkannya.

Pas hari pertunangan Ruping dan Shuhuan. Yiping memaksa ingin hadir. Pas hadir di sana nih, si Yiping mengucapkan selamat. Yiping juga mengatakan "Kebahagiaan itu memiliki sayang dan bisa terbang. Maka peganglah kebahagiaan itu erat-erat". Di sini nih si Yiping tegar banget, datang ajah sambil mengangkat kepalanya dan selalu tersenyum. Yiping minta bertemu dengan ayah dan ibu Shuhuan, Shuhuan mengantarnya. Nah, ayah Shuhuan nih mengatakan nona ini yang ada di foto yang ditunjukkan Shuhuan. Nah, mulut bibi Xueqin nih masih ajah beracun, hingga Fang Yu membela Yiping dan mengajak Yiping ke tempat lain. Tapi Yiping ingin memberi kado buat mereka berdua, Yiping pun menyanyikan lagu yang sama saat emnghibur Fang Yu di Da Sanghai. Hanya saja lirik Fang Yu diganti dengan Ruping. Pas nyanyi nih, Yiping sempat pingsan, Fang Yu membantunya. Yiping kembali bangkit dan mengatakan ini karena kepanasan. Si Du Fei ini malah memberi arak pada Yiping coba, ditambah teman Yiping juga memberinya segelas. Yiping jadi agak mabuk. Fang Yu meminta pulang karena Yiping sedang tidak enak badan. Yiping berniat menyanyikan sebuah lagu lagi untuk Shuhuan, tai dilarang Fang Yu. Yiping mendekati Shuhuan dan mengatakan tidak perlu karena Shuhuan tahu semua lagu Yiping. Nah si Erjie nih mulutnya nggak mau diam malah bahas lagu apa. Kenapa tidak dinyanyikan pas Ruping ulang tahun. Du Fei pun mengajak semua orang menyanyikan lagu untuk Ruping, ditambah Erhao meminta semua orang berdansa. Merasa mereka semua sedang berusaha berbahagia di atas penderitaan Yiping, Yiping memutuskan untuk pergi. Fang Yu menyusulnya diikuti ayah Yiping dan Shuhuan. Sudah pasti kalau Shuhuan pergi, Ruping ikut. Nah, kalau Ruping ikut ya Erhao dan Du Fei ikut.

Keluar dari rumah itu ngepas banget si Ajudan Li datang. Lu Zhenhua meminta Ajudan Li mengantar Yiping pulang. Yiping yang mabuk pun meminta semua orang kembali ke dalam. Ajudan Li membawa Yiping pergi. Sementara Shuhuan masih di gerbang natap mereka pergi. Yiping meminta diantar ke jembatan, tapi ajudan Li menolak. Yiping pun loncat dari becak dan kepalanya terbentur, udah gitu mau ditabrak mobil. Shuhuan pun menolongnya. Yiping menolak dan meminta Shuhuan ke Ruping. Ajudan Li membawa Yiping ke jembatan, sementara Erhao dan Du Fei menyeret Shuhuan kembali ke pesta. Shuhuan yang khawatir dengan Yiping pun mengambil sepeda dan menyusul meski ditentang sama Du Fei dan Erhao.

Di jembatan rupanya sedang ada perbaikan. Nah, Yiping pun naik ke atas jembatan. Shuhuan minta Yiping turun, tapi tidak mau malah nyanyi-nyanyi gitu kayak orang gila (mungkin efek mabuk). Pas Shuhuan tanya Yiping sedang apa, Yiping mengatakan sedang mencari sesuatu, mencari durinya. Shuhuan kan nggak ngerti. Padahal Yiping menganggap dirinya ibarat landak, pas bertemu Shuhuan dia rela duri-durinya dicabut. Mungkin maksudnya sikap kerasnya. Pas Ajudan Li mengingatkan tentang ibu Yiping, Yiping malah mengatakan jangan khawatir dia tidak akan bunuh diri. Mana ada keluarga Lu yang bunuh diri. Pas mau turun (sepertinya), Yiping tidak sengaja menjatuhkan sepatunya. Otomatis nih Yiping terjun buat ngambil. Shuhuan segera terjun juga buat nyelamatin.
Yiping ngigau terus mengatakan Shuhuan, sakit, mamanya. Dia juga mengatakan kalau dia mati sakitnya akan hilang ngepas deh dia pingsan. Shuhuan segera emmbawa ke dokter.

Ruping dan Fang Yu pergi ke rumah Yiping, ternyata Yiping belum pulang. Fang Yu minta Ruping ngelepasin Shuhuan. Ruping tidak mau. Dia akan melepaskan jika Shuhuan mengatakan hanya ada Yiping di hatinya, tapi jika ada mereka berdua maka Ruping dan Yiping harus bersaing.

Yiping dibawa ke rumah. Dia ngigau terus. Nah si Shuhuan nih mengatakan cinta ke Yiping hanya ada Yiping, tiap detik hanya memikirkan Yiping. Shuhuan hanya nggak mau terima kenyataan bahwa Yiping tidak mencintainya (mengenai buku harian). Ruping yang mendengarnya sendiri pun menangis. Dokter lalu dipanggil, semua nangis pokoknya. Ruping membawa ayahnya ke sana. Yiping terkena radang paru-paru dan harus dibawa ke rumah sakit. Ibu Yiping menolaknya, soalnya Xinping dulu juga dibawa ke rumah sakit tapi meninggal. Jika Yiping harus meninggal maka harus ada di pelukan ibunya, bukan rumah sakit yang dingin. Yiping ngigau mengatakan maaf pada ibunya dan pingsan. Yiping pun dibawa ke rumah sakit. Dua hari semuanya nunggu, Yiping masih tidak sadarkan diri. Pas Ruping, Du Fei, dan Erhao jenguk nih keadaan Yiping parah. semua menunggu di luar pas Yiping diperiksa. Akhirnya Yiping selamat. Shuhuan pun membaca surat dan buku harian Yiping sampai tuntas (anggap saja ampai tuntas). Pas Yiping sadar, Shuhuan ditolak gitu (dalam hatiku sih rasain, huahaha). Tapi, Shuhuan tetap bersikeras tidak mau meninggalkan Yiping. Yiping dan Shuhuan pun kembali bersatu.

Ada kejadian nih di mana Si Xueqin datang ke rumah Yiping mau buat perhitungan. Eh, malah rahasia perselingkuhan Xueqin terbongkar dan didengar sama Lu Zhenhua. Zhenhua pun mencekik si Xueqin. Menariknya pulang dan memukulinya. Xueqin dan Erjie (yang dianggap anak haram) dikurung di gudang. Xueqin nih udah salah nggak mau ngaku malah ngata-ngatain gitu. Zhenhua ngambil pistol hendak menembak mereka, tapi dicegah. Pistol pun diambil Shuhuan. Akhirnya pistol disimpan Ruping.

Erjie demam dan (katanya) sekarat. Xueqin minta bantuan Ruping buat hubungi selingkuhannya. Padahal, Yiping, Shuhuan, dan Erhao berhasil membujuk Zhenhua buat melepaskan mereka. Xueqin dibebaskan oleh suruhan selingkuhannya dan juga rumahnya dijarah. Barang berharga yang di belakang lukisan diambil. Zhenhua yang mengetahui itu pun memukul Ruping.

Ruping yang merasa semua masalah terajadi padanya, mulai dari tunangannya pergi, ibunya pergi, rumah dirampok karenanya pun memutuskan untuk bunuh diri. Dia membawa pistol ayahnya. Nah, semua orang mencari keberadaan Ruping ini. Shuhuan dan Yiping sangat merasa bersalah. Yiping mengatakan jika nanti Ruping kembali maka Shuhuan harus kembali padanya. Shuhuan menolak (salut sama sikapnya kali ini). Namun, Shuhuan mengatakan bahwa jika nanti Ruping benar bunuh diri dan meninggal, maka Shuhuan tidak bisa bersama Yiping lagi. Yiping sepertinya ingin menolak, tapi dia pasrah gitu. Jadi, masa depan mereka berada di kematian atau kehidupan Ruping gitu.

Setelah nggak ada kabar dari Ruping, Sanghai pecah. Terjadi peperangan gitu. Shuhuan dan Erhao memutuskan masuk militer. Nah, si Yiping kembali menjadi penyanyi. Pas nyanyi di Stasiun Perpisahan (Líbié De Chēzhàn 离别的车站) nih haru banget, lagunya juga bagus gitu. Apalagi klipnya perpisahan Yiping dan Shuhuan di stasiun. Empat tahun sudah, akhirnya Ruping bertemu Du Fei. Mereka akhirnya menikah. Empat tahun lagi kemudian perang selesai, China menang. Seluruh pasukan kembali, Erhao kembali di hari pertama tapi tanpa Shuhuan. Katanya Shuhuan luka parah dan berpisah dari Erhao. Erhao hanya membawa seluruh surat Yiping. Setiap hari Yiping menunggu Shuhuan di stasiun. Di hari terakhir, stasiun udah sepi akhirnya Shuhuan turun dengan kaki diperban dan memakai tongkat. Berakhir deh mereka berdua ciuman (dulu sih nggak disensor).

Oh, iya pemain Kabut Cinta ini kebanyakan jebolan Huan Zhu Ge Ge loh. Sudah tahulah kalau Yiping dan Ruping ini juga pemeran utama di Huan Zhu Ge Ge. Nah, si Du Fei ini juga jebolan Huan Zhu Gege (Putri Huan Zhu). Alec Su (Du Fei di Kabut CInta) ini di putri Huan Zhu jadi Yongqi alias pacar atau suami Xiaoyanzi nantinya. Putri Huan Zhu season satu dan dua sih pemerannya sama, tapi yang season tiga nih diganti. Vicki Zhao sih menolak lagi jadi peran Xiaozanyi, tapi pemeran yang lain nggak tahu kenapa juga menolak. Nah, di season ketiga putri Huan Zhu ini Yongqi dimainkan sama Leo Ku (Shuhuan di Kabut Cinta). Dan anehnya di Season tiga Xiaoyanzi ini dimainkan pacarnya mantan Vicki Zhao (mudeng nggak? Jadi, Vicki Zhao punya mantan, nah mantannya ini main Huan Zhu Ge Ge season tiga jadi Xiaoyanzi). Nah, Si PingPing (Wang Yan) yang meranin juga berasal dari Huan Zhu Ge Ge loh, jadi Qing'er di season dua.

Tuh kan, malah jadi bahas Huan Zhu Ge Ge. Padahal judulnya Qing Shen Shen Yu Meng Meng. Soalnya kebanyakan perannya sama sih.

Eh, tahu kan kalau semua lagu di Kabut Cinta yang nyanyi ya Vicki Zhao atau Zhao Wei. Nah, di lagun kabut cinta ada yang dinyanyikan laki-laki, nah yang nyanyi itu Leo Ku alias Shuhuan. 
Untuk Sekarang ulasannya seperti ini dulu. Lain kali disambung.

0 comments:

Post a Comment

Nuna. Powered by Blogger.
 

Nuna Margie Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review