Friday, December 9, 2016

Sinopsis Kabut Cinta Mayawi (ความรักสีดำ) Bagian Satu

Posted by Nuna Margie at 8:04 AM
Reactions: 
Saya Beri Pengantar dahulu ya.

Judul Aslinya ความรักสีดำ (Latin: Khwām rạk s̄ī dả yang berarti "Cinta Hitam")
Judul di Indonesia : Kabut Cinta.
Cerita diambil dari sebuah novel berjudul ความรักสีดำ  Latin: Khwām rạk s̄ī dả yang berarti "Cinta Hitam") karya เพชรน้ำค้าง (ม.มธุการี) atau Phechrn̂ảkĥāng (m.Mṭhukārī).


Pemain:
Sam Yuranant Pamommontri sebagai Lupt
Mam Jintara Sukhapat sebagai Mayawi
ลีลาวดี  วัชโลบล Līlā wdī wạch lobl sebagai (anak Ait dengan Phatr)
ไพโรจน์ สังวริบุตร Phịrocn̒ s̄ạngwri butr sebagai xā xiṣ̄r̒ (Ait, teman ayah Mayawi)
ดาวใจ  ไพจิตร Dāw cı phịcitr sebagai phạtr (istri muda Ait yang juga ibu Lupt)
ไปรมา  รัชตะ Pị rmā rạch ta sebagai (kakak ipar Mayawi)
ด.ช.จีโน่ D.Ch.Cī nò sebagai Oh (anak Mayawi)
กษาปณ์ จำปาดิบ Ks̄ʹāpṇ̒ cảpā dib sebagai (teman suami Mayawi ketika jadi tentara dan teman Lupt)
สมภพ  เบญจาธิกุล S̄mp̣hph beỵcā ṭhi kul sebagai (entah siapa)
วสันต์ กรรณภูติ Ws̄ạnt̒ krrṇ p̣hūti sebagai (entah siapa)
เปียทิพย์  คุ้มวงศ์ Peīy thiphy̒ khûm wngṣ̄̒ sebagai (entah siapa)
ธัญรัตน์ โลหะนันท์ Ṭhạỵ rạtn̒ loh̄a nạnth̒ sebagai (entah siapa)
นภาพร  หงส์สกุล Np̣hā phr h̄ngs̄ kul sebagai (entah siapa)


Bagi kalian yang selama ini tahu tokohnya bernama Rud atau Lud rupanya keliru. Saya sudah menonton lakornnya dan mendengar dengan seksama bahwa namanya adalah Lupt. Kemudian saya cek di toko DVD Thailand (online), sinopsisnya memang mengatakan tokohnya bernama Lupt.

Saya sudah mendownload lakorn ini dan menonton kembali. Agak susah juga sih menontonnya karena tanpa subtitle, jadi saya hanya bisa menebak-nebak saja apa yang mereka katakan dan apa yang terjadi. Oh, iya. File yang saya download memang dari awal sampai akhir, tapi dugaan saya sih filenya dipotong-potong karena terkadang aegannya seperti di skip gitu. Baiklah saya mulai ulas sinopsisnya.

Adegan pertama di bandara di mana banyak tentara sedang berpisah dengan keluarganya. Rupanya ada perang Vietnam dan tentara itu dikirim ke sana, termasuk suami Mayawi. Suami Mayawi ini pilot pesawat tempur. Nah, ibu mertua dan kakak ipar (dugaan saya) melepas si suami Mayawi ini. Sementara itu scene lainnya menampilkan Mayawi sedang berlari-lari menuju ke bandara ingin melepas suaminya gitu.

Pesawat telah tinggal landas dan Mayawi baru sampai. Mayawi sempat dihalangi petugas gitu karena menerobos saat pesawat sudah mau lepas landas. Meski Mayawi berhasil lolos dia tetap tidak bisa melihat suaminya. Mayawi kembali di hadapan ibu mertua dan kakak iparnya. Ibu mertua dan kakak iparnya terlihat memarahi gitu, entah apa yang dibicarakan soalnya nggak mudeng bahasa thailand. Scene berganti di ruah. Mayawi menangisi foto suaminya. Mungkin karena tidak sempat berpamitan ya.

Scene di tempat berbeda. Lupt turun dari mobil dan mengantongi pistol. Dia masuk ke sebuah rumah, di teras ada seorang anak kecil perempuan. Lupt terlihat menggendongnya sih, dugaanku anak ini adalah anaknya. Lupt masuk rumah dan naik ke atas. Dia membuka sebuah kamar dan mendapati seorang wanita dan pria sedang bercumbu (bahasanya haha). Lupt sudah melotot gitu, tapi mereka nggak nyadar dan asik bercumbu. Lupt lalu mengeluarkan pistolnya dan menarik pelatuk sampai berbunyi. Baru deh pasangan mesum itu sadar ada Lupt dan katakutan. Wanita itu (sepertinya) bilang jangan (tembak maksudnya). Lupt sih sepertinya tidak peduli. Akan tetapi anak kecil tadi merangkul kaki Lupt sambil menangis. Sepertinya anak itu juga bilang jangan bunuh ibunya, haha. Lupt sadar dan memeluk anak itu. Dia sih cuek sama pasangan mesum itu. Aku sih menduga kalau wanita itu istri Lupt yang sedang berselingkuh.

Scene berganti. Mayawi sakit nih di ranjang terus. Pembantunya membuatkannya minum (sepertinya jamu). Mereka ngobrol entah apa. Ibu mertua datang dan entah ngomong apa sambil marah-marah. Mungkin menyuruhnya bekerja. Pembantu itu membantah ibu mertua Mayawi. Setelah ibu mertua Mayawi pergi, Mayawi pun bangun dan bekerja.

Scene berganti. Lupt sedang memeluk anaknya, tapi wanita itu merebut anak itu. Anak kecil itu nangis, bahkan wanita itu memarahi anak itu. Anak itu nangis kenceng-kenceng. Wanita itu memukul anak itu, tapi dimarahi Lupt. Lupt dan wanita itu bertengkar, pria selingkuhannya masih di belakang wanita itu. Lupt menggendong anak itu dan menghapus air matanya.

Scene berganti. Mayawi sedang mencuci. Pembantu datang ingin membantu. Tiba-tiba datang seseorang, rupanya pak pos. Mayawi sih ingin menemui pak pos berharap ada surat dari suaminya. Surat-surat diterima oleh kakak ipar. Rupanya ada surat dari suami Mayawi, Mayawi bertanya tentang surat dari suaminya, tapi si kakak ipar tidak memberikannya.

Scene berganti. Lupt menenangkan anak itu. Wanita itu lalu menggendong anak itu. Mereka berdebat lagi (entah apa yang mereka katakan T_T). Lupt pun pergi. Si anak mengejarnya. Di luar hujan, Lupt pergi walaupun si anak memanggilnya sambil nangis. dan entah apa yang anak itu katakan berulang-ulang.

Scene berganti. Ibu mertua dan kakak ipar Mayawi membaca surat dari suami Mayawi. Mayawi datang dan takut-takut meminta surat dari suaminya. Mertuanya memarahinya gitu, kakak iparnya juga ikut-ikutan.

Scene berganti di bar. Lupt minum-minum sama temannya. Entah apa yang dikatakan temannya, pokoknya mereka ngobrol dan temannya terlihat kesal dan Lupt ikut kesal. Sepertinya membicarakan perselingkuhan (yang saya duga) istrinya.

Scene berganti di rumah Mayawi. Mayawi sedang bersih-bersih. Ibu mertua dan kakak iparnya mau pergi. Entah apa yang mereka bicarakan pada Mayawi, Mayawi hanya bilang Kha kha. Iya iya gitu kayaknya. Nah, setelah mereka pergi pembantu yang baik pada Mayawi sepertinya menasihati Mayawi agar Mayawi membantah mereka.

Lupt pergi mencari rumah baru. Seorang wanita tua (agen) menunjukkan seluk beluk rumah itu. Lupt melihat-lihat rumah itu.

Scene berganti. Mayawi muntah-muntah. Pembantunya menolongnya. Mobil mertua dan kakak ipar datang. Mereka habis belanja gitu bawa tas belanjaan banyak. Mereka melihat Mayawi. Pembantu bilang (dugaanku) "Mayawi sedang sakit". Ibu mertua malah marah-marah. Kakak iparnya menduga kalau Mayawi hamil. Mendengar itu pembantu itu terlihat senang.

Scene berbeda. Seorang bapak-bapak membuka jendela rumah. Dia pria bernama xā xiṣ̄r̒ (entah bacanya bagaimana, di ulasan ini saya akan menyebutnya Ait (Soalnya aku dengar si Mayawi manggilnya gitu, setelah cek di google terjemahan kira-kira bacanya juga seperti itu). Di tempat tidur ada seorang wanita tua terbangun. Ait melihat istrinya terbangun, lalu menghampirinya dan entah bicara apa. Si Ait sendiri pergi mengambilkan minum untuk wanita itu. Wanita itu minum obat dengan air yang diberikan pria itu. Ait menyuruhnya tidur, dia sendiri lalu tidur di sebelahnya.

Scene berganti. Mayawi membuka laci dan mengambil majalah. Dia membacanya di tempat tidur. Pembantu datang membawa bantal dan selimut. Sepertinya dia mau tidur bersama Mayawi. Dia melihat Mayawi membaca majalah, mereka lalu ngobrol. Aku sih mendengar dia menyebut Ait gitu.

Scene berganti. Mayawi membuka pintu dapur lalu merasa mual. Mayawi lalu muntah di westafel. Di dapur ibu mertua Mayawi melihatnya. Mayawi pun dimarahi. Mayawi menangis gitu.

Scene berbeda. Lupt membuka laci kamarnya dan mengambil dompet. Dia membangunkan wanita yang tidur telanjang. Lupt memberikan uang padanya, tapi wanita itu marah. Lupt seperti menghina dengan memberikan uang itu di (maaf) dadanya.

Scene berganti. Ait membaca koran di meja makan. Pembantu menyediakan kopi dan sarapan. Mereka saling bicara. Istri Ait datang dengan pakaian rapi. Sepertinya mau ke kantor. Mereka ngobrol.

Scene berganti. Anak Lupt diajak pergi ke bandara sama ibunya. Si anak nangis terus, diseret deh sama ibu. Saking kesalnya malah dipukul gitu. Namun, karena dilihat orang banyak akhirnya dia digendong dan dirayu agar mau diam. Mereka pergi deh (ke luar negeri sepertinya)

Scene berganti. Mayawi membersihkan meja makan. Dia merasa pusing.  Pembantu yang baik menyuruhnya istrirahat. Pembantu itu mengambilkan minum untuk Mayawi. Mereka ngobrol entah apa. Di sini saya lagi ngeh kalau pembantu itu bernama Kam. Tiba-tiba kakak ipar Mayawi datang bersama pembantu yang lainnya. Dia marah-marah. Dari jauh mereka mendengar kaka ipar Mayawi bicara dengan pembantu lain, sepertinya nyindir apa gimana. Orang ngomong dari jauh tapi sengaja kenceng-kenceng gitu.

Scene berganti. Ait datang ke kantor. Dia bicara dengan seorang wanita yang sepertinya pegawainya.

Scene berganti. Di rumah Mayawi, ibu mertua dan kakak ipar sedang bermain kartu bersama teman-teman. Kakak ipar Mayawi menyuruh Mayawi mengambil mangkuk kosong. Ketika mengambili mangkuk, Mayawi tiba-tiba pusing dan jatuh. Bukannya ditolong malah marah-marah. Pembantu bernama Kam akhirnya membantu Mayawi. Sepertinya teman ibu mertua bertanya itu siapa, soalnya si mertua tiba-tiba gugup gitu.

Scene berganti. Lupt sedang minum-minum bersama temannya. Tiba-tiba datang seorang wanita yang kemudian duduk di salah satu sofa. Lupt dan temannya membicarakannya dengan meandangnya. Lupt menghampiri wanita itu dan bicara padanya. Wanita itu bicara ketus dengan Lupt bahkan mukanya nggak enak. Lupt nggak tahu ngomong apa. Tiba-tiba si wanita ngomong dengan senyum pada Lupt.

Scene berganti. Mayawi sedang tidur dan dipijat si Kam. Pembantu yang lain datang. Mereka bertengkar. Pembantu itu kemudian pergi. Mayawi bangun, tapi sepertinya dilarang si Kam.

Scene berganti. Ait pulang ke rumah disambut pembantu. Ait mengambil surat-surat dan memilihnya. Dia membuka sebuah surat, lalu membacanya. Phatr datang mendekati suaminya yang sedang membaca. Mereka bicara entah apa. Terakhir sih si Ait mengatakan sesuatu tentang Mayawi.

0 comments:

Post a Comment

Nuna. Powered by Blogger.
 

Nuna Margie Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review