Friday, September 2, 2016

Ulasan: Pandawa Angkringan Semarang

Posted by Nuna Margie at 10:27 AM
Reactions: 
Pagi Blogger dan Silent Reader!
Kali ini saya mau mengulas tentang tempat nongkrong yang asik di jalan Gajah Raya, dekat Masjid Agung Jawa Tengah.
Kita mulai dari tempat parkir. Kita pakai motor dan parkir di luar, ada tukang parkir banyak koq. Kalau susah ngeluarin motor ya tinggal minta tolong, soalnya ngeluarin sendiri dan dikeluarin tukang parkir ya tetap saja bayar. Peritungan ya? Biarin. Calon ibu rumah tangga harus jeli, haha. Kalau mobil parkirnya di dalam. Lebih enak ya? Kalau mau enak makanya punya mobil, hehe. Sinis? Biarin saja, haha.
Kita pesan minum di konter awal. Menu bisa dilihat di tembok, dipajang di sana. Banyak minuman, mulai ari yang tradisional, modern (kemasan). Mulai dari yang sedang hingga jumbo. Dingin atau panas. Lumayan banyak pilihanlah. Aku sih pesan teh tarik karena pecinta milktea. Kita lalu dikasih nomor buat ditaruh di meja karena nanti minuman akan diantar ke meja.
Selanjutnya ke meja samping yang tersedia berbagai makanan. Di sini sistem prasmanan, walaupun semua sudah diporsi-porsiin. Kita ambil piring anyam bambu yang dilapisi kertas minyak. Banyak nassi yang sudah dibungkus, ya mirip angkringan lain. Aku sih pilih nasi bakar, walaupun bakarnya nggak sampai dalam. Ada banyak gorengan, sate dan masakan lainnya. Aku sih pilih sate usus, biar kayak angkringan beneran. Pilih sate keong, karena nyari sate kerang nggak ketemu. Padahal lagi pengen kerang. Pengen nambah lagi, tapi nggak ada yang menarik lagi. Pengen nyari cakar, koq nggak ada. Banyak yang kupengen tapi nggak ada. ya sudahlah. Pengen ambil sate bakso, eh udah kelewat dan banyak yang antre. terpaksa sudah. AKhirnya taruh deh di meja kasir untuk dibayar teman kakakku.
Duduk deh di kursi yang tadi sudah ada teman kakak. Kita makan ih, minuman rada telat. Pas makan sate usus, enak. Pas makan nasi bakar, asin dan nasinya dikit hehe. Pas makan keong, koq rasanya gini. Beda sama kerang dan aku nggak suka haha. Baru makan beberapa tusukan nih, untung mata ini jeli lihat ada telur lalat. Hiii.... Udah ada setumpuk telur lalat di sate keong. Aku laporan deh sama kakak, kakak neliti dan benar. AKhirnya disuruh jangan makan. Kakakku cuma ngasih tahu ke teman-teman dan minta hai-hati. Padahal aku pengennya komplain gitu. Ya sudahlah ya, lagian aku nggak suka juga. Mau diganti pun aku nggak akan makan. Lagi pula kan nggak bayar sendiri, dibayarin orang lagi, haha...
Maklum saja, selama ini aku suka komplain sama hal-hal yang kurang menyenangkan. Terutama pada minimarket yang menjamur di kota. Kan banyak tuh yang curang. Kalau nggak sesuai aku akan komplain, walaupun kadang males kalau hal kecil. Kalau komplain mungkin terlihat norak, tapi kan kita pelanggan yang ingin menerima kualitas. Komplain itu sama dengan kritik loh biar makin laku dan lebih baik lagi.
Di angkringan ini ada live musiknya. Waktu itu sih bapak-bapak yang nyanyi lagunya koesplus. Lagu-lagu yang lumayan lama sih yang live musik. Semakin malam nih semakin rame yang datang. Banyak tua-tua yang datang.
Kita pulang duluan, dari teman kakak yang lain. Pas keluar nih wow banget. Tempat parkir tadi yang satu baris kini sudah menjadi tiga baris. APalagi kalau semakin malam ya? Haha.
Jadi begitulah ulasanku tentang Pandawa Angkringan Semarang yang semalam kukunjungi.
Silakan share pengalaman kalian di sini juga :D

0 comments:

Post a Comment

Nuna. Powered by Blogger.
 

Nuna Margie Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review